Skip to main content
Ilustrasi Mendidik Anak Perempuan

Keutamaan Mendidik Anak Perempuan dalam Islam: Berkah yang Terlupakan

Dalam kehidupan, tak jarang kita mendengar kabar kehadiran bayi perempuan disambut dengan perasaan kecewa. Bahkan di zaman yang katanya sudah modern ini, masih ada orang tua—khususnya ayah—yang merasa kurang bersyukur ketika dianugerahi putri ketimbang putra. Padahal, Islam telah mengajarkan kepada kita betapa mulia dan penuh berkah kehadiran anak perempuan dalam sebuah keluarga.

Syekh Abdussalam as-Sulayman dalam bukunya "Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi SAW" mengingatkan bahwa sikap kecewa atau bahkan membenci kelahiran anak perempuan sesungguhnya menyerupai perilaku orang-orang jahiliyah di masa lalu—perilaku yang Allah SWT sendiri telah mencela dengan tegas dalam Al-Qur'an.

DAFTAR ISI

Celaan Allah untuk Sikap Jahiliyah terhadap Anak Perempuan

Allah SWT berfirman dalam surah An-Nahl ayat 58-59:

"Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu." (QS. An-Nahl: 58-59)

Ayat ini menggambarkan dengan gamblang bagaimana kaum jahiliyah begitu terluka harga dirinya ketika mendapat kabar lahirnya anak perempuan. Mereka merasa malu, bahkan ada yang tega mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka. Sungguh, betapa buruknya keputusan yang mereka ambil!

Namun, Allah mengingatkan kita dalam surah An-Nisa' ayat 19:

"Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya." (QS. An-Nisa': 19)

Ayat ini mengajarkan bahwa apa yang kita anggap kurang menyenangkan, bisa jadi justru menyimpan berkah berlimpah dari Allah. Anak perempuan bisa menjadi sumber kebaikan yang besar bagi orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Membenci Anak Perempuan Sama dengan Membenci Kehendak Allah

Perlu kita renungkan bersama: membenci atau kecewa dengan kelahiran anak perempuan sama artinya dengan tidak ridha terhadap apa yang Allah SWT telah pilihkan untuk kita. Ini adalah sikap yang sangat berbahaya bagi keimanan seseorang, sebab sejatinya kita harus menerima setiap takdir-Nya dengan lapang dada dan penuh syukur.

Bahkan yang lebih menyedihkan, ada sebagian suami yang memperlakukan istrinya dengan buruk—menjauhinya, menceraikannya, atau bahkan menyakitinya—hanya karena istri melahirkan anak perempuan. Padahal, menentukan jenis kelamin bayi adalah kehendak Allah semata, bukan urusan manusia.

reguler 25 04 17

Para Nabi Juga Dikaruniai Anak Perempuan

Tahukah Anda bahwa Allah SWT memberikan anak-anak perempuan kepada orang-orang yang jauh lebih mulia dari kita semua? Nabi Luth dan Nabi Syu'aib alaihimassalam, misalnya, dikaruniai putri-putri yang salehah.

Yang lebih mengagumkan lagi, Rasulullah SAW sendiri—manusia paling mulia di muka bumi—tidak memiliki putra yang hidup hingga dewasa. Namun Allah memberkahi beliau dengan putri tercinta, Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha, yang kemudian melahirkan keturunan-keturunan mulia dari garis Ahlul Bait.

Bukankah ini bukti nyata bahwa kemuliaan dan berkah bukan semata-mata ditentukan oleh jenis kelamin anak, melainkan oleh bagaimana kita mendidik dan membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang serta bimbingan agama?

Kisah Mengharukan Abu Hamzah dan Istrinya

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan dari Thorif (atau Thuraif) tentang seorang Arab bernama Abu Hamzah adh-Dhabi. Ia menikah dengan sangat berharap mendapatkan anak laki-laki. Namun ketika istrinya melahirkan anak perempuan, kekecewaan begitu dalam melanda hatinya.

Abu Hamzah bahkan meninggalkan rumah istrinya dan memilih tinggal di tempat lain karena amarah dan rasa tidak terima. Istrinya yang malang ditinggalkan sendirian bersama bayinya.

Suatu hari, Abu Hamzah melewati kemah istrinya. Ia melihat sang istri sedang bermain dengan putri kecil mereka sambil menyenandungkan syair yang menyentuh hati:

"Abu Hamzah tidak mau mendatangi kami, yang berteduh di rumah yang masih sudi berbelas kasih dengan kami.

Dia murka karena (menghendaki) agar kami tidak melahirkan anak perempuan, padahal demi Allah! Tiada kuasa bagi kami (memilih jenis kelamin anak)!

Sesungguhnya kami hanya mengambil apa yang diberikan kepada kami, dan kami ini seperti tanah yang bergantung kepada apa yang ditanam. Kami hanya menumbuhkan apa yang ditanam pada diri kami."

Syair ini bagaikan cambuk yang membangunkan hati Abu Hamzah. Tiba-tiba naluri kebapakan dan kasih sayang yang selama ini terpendam bangkit dalam dadanya. Ia segera masuk ke dalam rumah, memeluk istrinya, dan mencium putri kecilnya dengan penuh cinta. (Al-Bayan wat Tabyin, vol. 1 hal. 108)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kadang kita membutuhkan "kejutan" untuk menyadarkan betapa keliru sikap kita selama ini. Syair sang istri yang lemah lembut namun penuh kebenaran itu mampu melelehkan kekerasan hati sang suami.

 

takhosus 25 04 17

 

Pahala Besar Mendidik Anak Perempuan

Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira luar biasa bagi siapa saja yang mendidik anak perempuan dengan baik dan penuh kasih sayang. Dalam berbagai hadits shahih, beliau menjanjikan surga bagi mereka yang merawat, mendidik, dan berbuat baik kepada anak-anak perempuan mereka.

Ini adalah jaminan surgawi yang seharusnya membuat setiap muslim berlomba-lomba untuk berbuat baik kepada putri-putri mereka. Bukan malah bersikap diskriminatif atau bahkan memandang rendah kehadiran mereka dalam keluarga.

Peran Penting Pendidikan bagi Anak Perempuan

Mendidik anak perempuan dengan pendidikan agama yang kokoh adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya. Anak perempuan yang tumbuh dengan pemahaman agama yang baik akan menjadi ibu yang shalehah kelak, yang akan melahirkan dan mendidik generasi-generasi Qur'ani selanjutnya.

Bayangkan betapa besarnya pahala yang terus mengalir ketika seorang putri yang kita didik dengan baik kemudian menjadi ibu yang mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai Islam. Pahalanya tidak akan terputus hingga hari kiamat.

Mari Ubah Paradigma Kita

Sudah saatnya kita meninggalkan cara pandang jahiliyah yang memandang rendah anak perempuan. Kehadiran putri dalam keluarga adalah anugerah, bukan musibah. Mereka adalah titipan Allah yang harus kita jaga, lindungi, dan didik dengan sepenuh hati.

Mari kita bersyukur atas setiap anak yang Allah amanahkan kepada kita—laki-laki maupun perempuan. Sebab dalam setiap anak, tersimpan potensi kebaikan yang bisa mengantar orang tuanya menuju surga-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Penulis Asli: Muhammad Hafil (Khazanah Republika, 05 Februari 2026).

 

dauroh dan quran camp 25 04 17

 

Investasi Terbaik untuk Putri Anda: Dekatkan Dia dengan Al-Qur'an

Setelah membaca tentang keutamaan mendidik anak perempuan, mungkin hati Ayah dan Bunda terketuk: "Bagaimana caranya agar putri saya tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang shalehah?"

Jawabannya sederhana namun mendalam: dekatkan dia dengan Al-Qur'an sejak dini.

Bayangkan putri remaja Anda—yang mungkin saat ini tengah disibukkan dengan gadget, media sosial, dan hiruk-pikuk dunia remaja—mendapat kesempatan untuk healing sejenak. Menjauh dari kebisingan, menyepi bersama kitabullah, meresapi setiap ayat-Nya di tengah kesejukan Puncak yang asri.

Inilah yang kami tawarkan melalui Program Dauroh Al-Qur'an "Healing with Qur'an" di Pesantren Daarul Mutqin.

Bukan Sekadar Program Biasa

Ini bukan hanya tentang menghafal atau membaca Al-Qur'an. Ini tentang membentuk jiwa, menenangkan hati, dan membangun fondasi spiritual yang kokoh untuk putri Anda. Dibimbing langsung oleh Syaikh As'ad Humam Lc, Al-Hafizh—alumni Universitas Al-Azhar yang mewarisi sanad Al-Qur'an 30 juz—putri Anda akan merasakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.

Fleksibel sesuai kebutuhan keluarga Anda: bisa sehari, seminggu, atau sebulan penuh. Fasilitas lengkap, suasana tenang, dan jauh dari distraksi dunia—semuanya dirancang agar putri Anda bisa fokus merangkul Al-Qur'an dengan sepenuh hati.

Ini Bukan Pengeluaran, Ini Investasi Akhirat

Ketika Anda mendekatkan putri pada Al-Qur'an hari ini, Anda sedang menanam benih yang pahalanya akan terus mengalir—bahkan hingga Anda berpulang kelak. Bukankah ini yang kita harapkan sebagai orang tua

📲 Info Lebih Lanjut:
🔗 gentaqurani.id/dauroh-al-quran

📱 0813-9830-0644 | 0812-2650-2573
📌 Sirnagalih, Megamendung, Kab. Bogor, Jawa Barat 16770

Jangan tunda lagi. Berikan putri Anda pengalaman yang akan mengubah hidupnya.



quran camp 2025 04 19

Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.

✓ Link berhasil disalin!
Diterbitkan Dikategori Sains dan Pendidikan.
Tagar: 2026