Skip to main content
DarQin Story: Santri Tahfiz yang Juga Berkarya di Era Digital

Tentang Luka, Trauma, dan Kecewa: Ketika Santri Berani Menulis Perasaan Anak Muda dengan Cara yang Dewasa

Menjadi santri bukan berarti harus jauh dari dunia perasaan, keresahan, atau pergulatan emosi anak muda. Justru di lingkungan pesantren, banyak santri belajar memahami hidup dengan lebih dewasa dan menyalurkan isi pikirannya lewat karya yang positif.

Hal itulah yang kembali dibuktikan oleh salah satu santri Takhosus Pesantren Daarul Mutqin, Sinta Permata Sari, melalui buku antologi terbarunya yang berjudul Tentang Luka, Trauma dan Kecewa.

DAFTAR ISI

Kisah di Balik Buku: "Episode Akhir Kita"

Dalam buku tersebut, Sinta mengangkat tema "Episode Akhir Kita" — sebuah kisah yang terasa dekat dengan realita kehidupan banyak anak muda hari ini. Bukan tentang hubungan yang penuh drama besar, melainkan tentang dua orang yang sebenarnya saling menyimpan rasa, tetapi pada akhirnya memilih untuk tidak bersama.

Cerita ini berpusat pada seorang perempuan muda yang diam-diam mencintai seseorang, namun merasa dirinya tidak cukup pantas untuk dicintai. Ia merasa masih memiliki banyak kekurangan, banyak mimpi yang belum tercapai, dan banyak hal yang perlu diperbaiki dalam dirinya. Di usia muda, ia ingin fokus berkarya, membanggakan orang tua, dan mengejar masa depan yang lebih baik.

reguler 25 04 17

Realita Perasaan yang Sering Tak Terucap

Namun seperti kebanyakan manusia, perasaan tidak selalu berjalan lurus dengan logika. Sinta menggambarkan bagaimana perempuan sering kali berbicara tidak sepenuhnya sesuai dengan isi hatinya:

  • Ketika mulut berkata "tidak apa-apa", sebenarnya hati sedang penuh luka.
  • Ketika meminta jarak, sebenarnya masih berharap untuk dipahami.
  • Banyak perempuan memilih memendam perasaannya sendiri karena takut dianggap berlebihan atau takut menyusahkan orang lain.

Isi kepala perempuan sering kali terlalu ramai. Ada banyak pikiran, kekhawatiran, dan emosi yang dipendam sendirian. Dan terkadang, semua itu justru berubah menjadi luka yang diam-diam menguras hati.


Pertemuan di Tepi Pantai: Percakapan yang Selama Ini Tertahan

Dalam cerita tersebut, sang perempuan menulis puisi untuk seseorang yang sudah lama tidak ia temui. Hingga suatu malam di tepi pantai, laki-laki itu tiba-tiba hadir kembali membawa pertanyaan yang selama ini menggantung:

Mengapa perempuan itu meminta mereka berjarak jika sebenarnya masih memiliki rasa? Mengapa baru menunjukkan perasaan setelah ia mencoba membuka hati dengan wanita lain?

Di titik itulah percakapan yang selama ini tertahan akhirnya terbuka. Perempuan itu dengan jujur mengatakan bahwa laki-laki tersebut adalah orang baik, tetapi ia merasa belum pantas untuk bersamanya. Ia tidak ingin membuat seseorang menunggu tanpa kepastian. Namun di sisi lain, ia juga tidak kuat melihat orang yang ia sayangi benar-benar bersama orang lain.

Kisah ini menunjukkan bahwa tidak semua perpisahan terjadi karena kebencian. Kadang dua orang saling mencintai, tetapi memilih selesai karena merasa itu jalan terbaik. Dan pada akhirnya, perempuan itu memilih mengakhiri semuanya dengan ikhlas — melebur rasa sedih, kecewa, dan harapan menjadi penerimaan bahwa semua sudah menjadi bagian dari takdir Allah.

 

takhosus 25 04 17

 

Luka Bukan Selalu Sesuatu yang Buruk

Melalui tulisannya, Sinta juga mengajak pembaca memahami bahwa rasa sakit bukan selalu sesuatu yang buruk. Luka bisa membuat seseorang lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih dekat kepada Allah. Karena tidak ada kejadian yang Allah hadirkan dengan sia-sia.


Panduan Islam untuk Anak Muda dalam Mengelola Perasaan

Fenomena seperti ini memang dekat dengan kehidupan anak muda. Permasalahan pertemanan, keluarga, overthinking, hingga percintaan sering kali menjadi fase yang membingungkan. Namun Islam mengajarkan bahwa rasa suka adalah hal yang manusiawi.

Bahkan dalam sejarah Islam, Khadijah binti Khuwailid pernah menyampaikan ketertarikannya kepada Muhammad dengan cara yang baik dan terhormat melalui perantara untuk tujuan pernikahan.

Karena itu, anak muda perlu belajar membedakan antara rasa yang membawa kebaikan dan rasa yang justru membuat lalai. Jika belum siap menuju pernikahan, maka memperbaiki diri adalah pilihan terbaik. Berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh:

  1. Fokus berkarya dan mengembangkan minat serta bakat
  2. Belajar ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Al-Qur'an
  3. Menjaga kesehatan mental dan keseimbangan emosi
  4. Mempersiapkan masa depan dengan penuh kesadaran
  5. Memahami pentingnya kesehatan mental sebagai investasi jangka panjang

Ini adalah bentuk cinta yang lebih dewasa terhadap diri sendiri.

 

dauroh dan quran camp 25 04 17

 

Pesantren: Ruang Tumbuh yang Sehat untuk Generasi Muda

Di Pesantren Daarul Mutqin, santri tidak hanya belajar menghafal Al-Qur'an, tetapi juga diarahkan untuk memahami kehidupan dengan sudut pandang Islam yang sehat dan realistis. Para santri diberi ruang untuk berpikir kritis, menulis, berkarya, dan menyalurkan emosinya melalui hal-hal positif yang membangun karakter.

Karya-karya santri yang lahir dari pesantren membuktikan bahwa mondok bukan penghalang kreativitas — justru sebaliknya. Santri Daarul Mutqin telah membuktikan bahwa karya nyata bisa lahir dari lingkungan pesantren.

Bagi anak muda yang ingin menemukan lingkungan pertemanan yang baik, lebih dekat dengan Al-Qur'an, namun tetap bisa berkembang dan berkarya sesuai zamannya, mondok di pesantren bisa menjadi awal perjalanan terbaik.

Dan bagi ayah bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang cerdas, beradab, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, Pesantren Daarul Mutqin siap menjadi tempat belajar dan bertumbuh yang insyaAllah penuh keberkahan.


Penulis: Ustadzah Eka Melinda, Pengasuh Santri Putri, Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Bogor, Jawa Barat

Gambar: Najla Athira Khairunnisa



quran camp 2025 04 19

Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.

✓ Link berhasil disalin!
Diterbitkan Dikategori Blog.