Menulis dari Hati, Menghafal untuk Akhirat: Perjalanan Santri Daarul Mutqin Menerbitkan Buku Perdana
Di tengah kesibukan murojaah, setoran hafalan, dan aktivitas kepesantrenan, santri ternyata juga bisa berkarya lewat tulisan. Hal inilah yang dibuktikan oleh salah satu santri Pesantren Tahfiz Pesantren Daarul Mutqin, Nailatur Rahmah.
Setelah hampir satu tahun menjadi bagian dari lingkungan pesantren, ia mencoba mengikuti jejak para pengajarnya untuk menulis buku antologi dan berhasil menerbitkan karya perdananya yang berjudul Jalani, Nikmati, Syukuri bersama penerbit Jago Menulis pada bulan Maret 2026 lalu.
Sebuah pencapaian yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menyimpan cerita perjuangan yang sangat dekat dengan kehidupan banyak santri dan anak muda hari ini.
DAFTAR ISI
💌 Judul yang Lembut, Makna yang Dalam
Dalam buku tersebut, Nailatur mengangkat tema "Mah, Temani Aku dalam Setiap Prosesku Ya." Sebuah judul yang terdengar lembut, namun menyimpan begitu banyak emosi dan harapan di dalamnya. Tulisan itu menggambarkan isi hati seorang anak yang sedang berjuang menuntut ilmu jauh dari rumah. Tentang doa-doa yang tidak selalu diucapkan keras-keras, tetapi diam-diam dipanjatkan agar suatu hari nanti perjuangannya bisa membuat sang ibu tersenyum bangga.
🌿 Perjalanan Mental, Emosional, dan Spiritual di Pesantren
Menjadi santri bukan hanya soal belajar agama atau menghafal Al-Qur'an. Ada proses mental, emosional, bahkan spiritual yang ikut ditempa setiap harinya. Tinggal jauh dari orang tua, terbiasa hidup mandiri, menahan rindu, hingga harus cukup puas bertemu lewat suara di telepon adalah bagian dari perjalanan itu.
Namun di balik rasa lelah tersebut, tersimpan harapan besar dari kedua orang tua. Harapan agar anaknya kelak menjadi hafidzah Al-Qur'an, menjadi pribadi yang bermanfaat, dan mampu mempersembahkan mahkota kemuliaan bagi kedua orang tuanya di akhirat nanti. Bukan hanya menjadi penghafal, tetapi juga mampu mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat.
Tulisan Rahmah juga mengingatkan bahwa setiap proses kehidupan memiliki cerita yang tidak selalu terlihat. Kita sering hanya menyaksikan hasil akhirnya saja — pencapaiannya, senyumnya, keberhasilannya — tanpa tahu berapa banyak air mata, pengorbanan, dan kehilangan yang sudah dilalui seseorang selama perjalanan tersebut.
🤲 Antara Perjuangan Anak dan Doa Orang Tua
Tidak semua anak memiliki privilese untuk selalu ditemani dan didukung secara utuh oleh kedua orang tuanya. Ada yang harus berjuang sendiri karena orang tua telah tiada. Ada pula yang harus kuat dalam keterbatasan. Tetapi satu hal yang tetap sama: setiap anak tetap memiliki keinginan untuk membahagiakan orang tuanya.
Kadang seorang anak terlihat membantah, menunda perintah, atau terlihat cuek. Namun jauh di dalam hatinya, ada rasa takut jika nanti apa yang sedang ia perjuangkan tidak sempat dinikmati oleh orang tuanya. Ada kekhawatiran jika keberhasilan datang terlambat, sementara waktu terus berjalan begitu cepat.
Melalui karya sederhana ini, Rahmah berhasil menyampaikan bahwa perjuangan seorang anak dan doa seorang ibu adalah dua hal yang sering berjalan berdampingan. Dan selama keduanya sama-sama mengandalkan Allah, tidak ada proses yang benar-benar sia-sia.
🌟 Pesantren Daarul Mutqin: Tempat Tumbuh Generasi Qur'ani yang Berkarya
Di Pesantren Daarul Mutqin, santri tidak hanya dibimbing untuk menghafal Al-Qur'an, tetapi juga diarahkan untuk berpikir kritis, berani berkarya, serta mampu menyampaikan gagasan melalui tulisan dan kreativitas positif lainnya. Karena kami percaya, generasi Qur'ani bukan hanya yang kuat hafalannya, tetapi juga yang mampu memberikan manfaat dan inspirasi untuk umat.
Bagi ayah bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur'an, mandiri, kreatif, dan memiliki lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akhlak serta potensinya, Pesantren Daarul Mutqin hadir menjadi tempat bertumbuh yang insyaAllah penuh keberkahan.
✍️ Profil Penulis
Nailatur Rahmah
- Instagram: @trhmhlla
- Wattpad: Naranaila019
Penulis: Ustadzah Eka Melinda, Pengasuh Santri Putri, Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Bogor, Jawa Barat
Gambar: Najla Athira Khairunnisa
Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.

