Ramadhan dan Rindu Hati Orang Beriman
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan yang paling utama di sisi Allah; hari-harinya adalah hari-hari yang termulia, malam-malamnya adalah malam-malam yang terbaik, dan waktu-waktunya adalah saat-saat yang paling utama. Ia adalah bulan ketika kalian diundang untuk menghadiri jamuan Allah dan dijadikan sebagai orang-orang yang berhak memperoleh kemuliaan-Nya." (Khutbah Rasulullah SAW menyambut Ramadhan)
Ada sesuatu yang berbeda ketika Ramadhan tiba. Udara terasa lebih khusyuk, hati lebih mudah tersentuh, dan langkah menuju masjid terasa lebih ringan dari biasanya. Bukan karena bulannya yang berubah, melainkan karena Allah SWT sendiri yang menjadikannya istimewa — sebuah waktu yang Dia rancang khusus untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya yang rindu pulang.
Ramadhan bukanlah sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Bagi seorang mukmin yang hatinya hidup, Ramadhan adalah kedatangan tamu agung yang membawa tiga pesan langit sekaligus: rahmat, ampunan, dan keberkahan. Menyambutnya pun bukan perkara biasa — ia adalah momentum paling berharga dalam satu tahun perjalanan seorang hamba.
DAFTAR ISI
- Setiap Detiknya Bernilai Tinggi di Sisi Allah
- Ramadhan: Jamuan Ruhani dari Allah SWT
- Berkah Ramadhan: Ketika yang Sedikit Menjadi Cukup
- Ramadhan Membangunkan Kita dari Kelalaian
- Madrasah Taqwa yang Allah Siapkan Setiap Tahun
- Berdiri di Hadapan Karunia Besar
- Ramadhan Ini, Ajak Buah Hatimu Lebih Dekat Dengan Al-Qur'an
Setiap Detiknya Bernilai Tinggi di Sisi Allah

Salah satu keistimewaan Ramadhan yang jarang kita sadari sepenuhnya adalah betapa tingginya nilai setiap satuan waktunya di sisi Allah SWT. Hari-harinya adalah hari-hari termulia — sebab di dalamnya, manusia dilatih untuk menundukkan hawa nafsu, menguatkan ketaatan, dan membuktikan bahwa ruh lebih berkuasa dari perut.
Malam-malamnya pun menjadi malam-malam terbaik. Bukan karena bintang-bintangnya lebih terang, tetapi karena malam Ramadhan adalah ladang munajat yang subur. Sholat tarawih yang menghidupkan malam, doa yang terangkat dengan harap paling jujur, dan tilawah Al-Quran sebagai kebiasaan sehari-hari yang kembali menemukan ritmenya — semuanya berpadu menjadi ibadah yang Allah SWT nanti-nantikan dari hamba-Nya.
Bahkan detik-detik biasa pun berubah nilainya di bulan ini. Selama niat yang menyertai benar dan amal yang dikerjakan sholih, waktu yang terasa singkat sekalipun dapat bernilai ibadah yang luar biasa berat timbangannya.
Ramadhan: Jamuan Ruhani dari Allah SWT
Rasulullah SAW menyebut Ramadhan sebagai bulan jamuan Allah SWT — dan ini bukan kiasan semata. Jamuan selalu disiapkan bagi tamu yang dimuliakan. Maka ketika Allah SWT menyiapkan Ramadhan, Dia tengah mengundang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menikmati hidangan ruhani paling mewah yang pernah ada.
Apa saja hidangannya?
- Puasa — melatih kesabaran dan menguatkan kendali diri atas nafsu yang selama sebelas bulan sering kali menang.
- Sholat malam — menghidupkan hati yang mungkin sudah lama merasa kering dan jauh.
- Sedekah — membersihkan harta sekaligus meluaskan rezeki dengan cara yang hanya Allah SWT yang tahu rahasianya.
- Tilawah Al-Qur'an — menerangi jiwa dengan cahaya yang tak bisa dipadamkan oleh kegelapan dunia mana pun.
Semua sajian ilahiah ini tersedia bagi mereka yang datang membawa dua bekal: iman dan keikhlasan. Tidak ada tiket mahal, tidak ada syarat yang memberatkan. Hanya ketulusan hati yang Allah SWT minta.
Berkah Ramadhan: Ketika yang Sedikit Menjadi Cukup
Kita sering salah memahami makna berkah. Berkah bukan berarti banyaknya amal yang tercatat, melainkan bertambahnya nilai dan pengaruh kebaikan dalam hidup seorang hamba. Di bulan Ramadhan, logika berkah ini benar-benar terasa nyata.
Amal yang sederhana dapat bernilai besar. Kebaikan yang kecil dapat membawa perubahan yang luas. Bahkan rasa lapar dan haus yang biasanya hanya menjadi beban fisik — di bulan ini menjelma menjadi jalan pahala yang mulia.
Inilah hakikat keberkahan Ramadhan yang sesungguhnya:
- Yang sedikit menjadi cukup
- Yang terbatas menjadi bernilai besar
- Yang berat menjadi ringan karena pertolongan Allah SWT
Namun ada berkah Ramadhan yang jauh lebih dalam dari sekadar penggandaan pahala. Ia adalah berkah ketika hati disentuh oleh rahmat Allah SWT. Di bulan ini, Al-Qur'an kembali dibaca dengan kerinduan yang berbeda. Masjid kembali dipenuhi langkah kaki orang-orang beriman. Dan doa-doa yang selama ini terasa berat diucapkan, kini terangkat dengan harap yang lebih jujur dan lebih berani.
Keutamaan khatam membaca Al-Quran pun terasa paling bermakna justru di bulan yang menjadi bulan turunnya Al-Qur'an ini.
Ramadhan Membangunkan Kita dari Kelalaian
Di antara keberkahan terbesar Ramadhan adalah kemampuannya untuk membangunkan kesadaran. Kesadaran bahwa hidup bukan hanya tentang dunia yang sedang dijalani, tetapi tentang akhirat yang sedang dituju. Kesadaran bahwa waktu terus berjalan dan tidak semua orang diberi umur untuk bertemu Ramadhan berikutnya.
Tidak semua yang bertemu Ramadhan mampu merasakan nilainya. Ada yang dipertemukan dengan bulan ini namun hatinya tetap tertutup, langkahnya tetap jauh dari masjid, dan lisannya tetap kering dari dzikir. Maka, siapa yang dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang hidup, sungguh ia sedang berdiri di hadapan karunia besar yang hanya layak direspons dengan satu cara: taubat, ibadah, dan kesungguhan memperbaiki diri.
[Dzikir sebagai nutrisi hati yang tak ternilai] menemukan momentumnya yang paling sempurna di bulan penuh rahmat ini.
Madrasah Taqwa yang Allah Siapkan Setiap Tahun
Ramadhan adalah madrasah taqwa — sebuah sekolah ruhani yang Allah SWT buka setiap tahun, tanpa memungut biaya apa pun selain kesungguhan. Siapa yang masuk ke dalamnya dengan niat tulus dan amal yang benar-benar diperjuangkan, niscaya ia akan keluar dengan jiwa yang lebih bersih dan iman yang lebih kuat.
Namun madrasah ini hanya bermanfaat bagi yang hadir dengan sepenuh hati. Siapa yang melewati Ramadhan dengan kelalaian — harinya diisi tidur, malamnya diisi hiburan, dan Al-Qur'annya tetap tersimpan rapi di rak — sungguh ia telah menyia-nyiakan anugerah yang amat besar.
Tujuh tips agar istiqamah dalam ketaatan menjadi bekal yang sangat relevan untuk menjalani Ramadhan dengan konsisten hingga hari terakhirnya.
Karena itu, menyambut Ramadhan sejatinya berarti menyambut peluang perubahan terbesar dalam setahun. Peluang untuk menjadi hamba yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih layak menerima cinta Allah SWT.
Berdiri di Hadapan Karunia Besar
Kegembiraan menyambut Ramadhan bukan sekadar sukacita karena datangnya sebuah bulan. Ia adalah rasa syukur yang meluap karena Allah SWT masih memberi kita kesempatan — kesempatan untuk berada dalam limpahan rahmat-Nya, untuk bertaubat dari segala kelalaian, dan untuk kembali membenahi arah hidup menuju-Nya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mampu menyambut Ramadhan dengan hati yang bersyukur, jiwa yang rindu akan ampunan, dan tekad yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik.
Marhaban ya Ramadhan. Selamat menikmati jamuan Allah SWT di bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Semoga Allah SWT menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan penuh berkah bagi kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.
Diadaptasi dari tulisan: Endang Rosdiana, 14 Februari 2026. Sumber asli: Retizen Republika — Ramadhan dan Rindu Hati Orang Beriman
Ramadhan Ini, Ajak Buah Hatimu Lebih Dekat Dengan Al-Qur'an
Ada kalanya kita sebagai orang tua bertanya dalam diam: sudahkah anak saya benar-benar merasakan keindahan Al-Qur'an — bukan sekadar membacanya, tetapi sungguh-sungguh hidup bersamanya?
Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan itu. Dan jika selama ini kesempatan itu belum datang, mungkin inilah saatnya.
Program Dauroh Al-Qur'an "Healing with Qur'an" di Pesantren Daarul Mutqin, Puncak Bogor, hadir sebagai ruang bagi anak-anak usia SMP dan SMA — bahkan siapa pun yang rindukan ketenangan — untuk benar-benar duduk bersama Al-Qur'an, jauh dari kebisingan layar dan tekanan keseharian.
Di bawah bimbingan langsung Syaikh As'ad Humam Lc., Al-Hafidz — alumni Al-Azhar Kairo dan pewaris sanad Al-Qur'an 30 juz — anak Anda tidak hanya menghafal. Ia belajar merasakan bahwa Al-Qur'an adalah rumah, bukan sekadar hafalan.
📲 Info Lebih Lanjut:
🔗 gentaqurani.id/dauroh-al-quran
📱 0813-9830-0644 | 0812-2650-2573
📌 Sirnagalih, Megamendung, Kab. Bogor, Jawa Barat 16770
Suasana pegunungan yang sejuk, fasilitas lengkap, dan durasi yang fleksibel — mulai dari sehari hingga 40 hari — menjadikan program ini bukan sekadar kegiatan liburan biasa. Ini adalah investasi ruhani yang buahnya mungkin baru terasa bertahun-tahun kemudian.
Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.



