Dari Buton hingga Jawa: Kisah Santri Dauroh 40 Hari yang Pulang Membawa Rindu
Menghafal Al-Qur'an bukan hanya tentang menambah hafalan, tetapi juga perjalanan menemukan lingkungan yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan persaudaraan. Itulah yang dirasakan oleh beberapa peserta Program Dauroh Tahfiz 40 Hari Pesantren Tahfiz Daarul Mutqin yang datang dari berbagai daerah, termasuk Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
DAFTAR ISI
- Sekilas Kisah Santri Dauroh Tahfiz 40 Hari
- Ustadzah yang Membekas di Hati Santri
- Kedisiplinan yang Tetap Hangat dan Menyenangkan
- Sudut Favorit Murojaah dan Kenangan Sederhana
- Gap Year yang Diisi dengan Al-Qur'an
- Pulang Membawa Hafalan, Rindu, dan Cerita
- Program Tahfiz Daarul Mutqin untuk Santri dan Peserta Gap Year
- Tanya Jawab Singkat
Sekilas Kisah Santri Dauroh Tahfiz 40 Hari

📍 Asal peserta: Pulau Buton, Sulawesi Tenggara
🏡 Tempat belajar: Pesantren Tahfiz Daarul Mutqin
⏳ Durasi program: 40 hari
📖 Fokus utama: Hafalan Al-Qur'an, kedisiplinan, karakter, dan persaudaraan
Bagi mereka, tinggal selama 40 hari di DarQin menjadi pengalaman yang jauh melampaui ekspektasi. Hal-hal sederhana justru menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Mulai dari suasana sejuk khas Jawa yang berbeda dengan cuaca panas di kampung halaman, hingga aneka jajanan seperti cireng, seblak, dan cibay yang sebelumnya hanya mereka lihat melalui media sosial.
Namun, bukan hanya makanan yang membuat mereka betah. Lingkungan pesantren yang hangat, teman-teman yang saling mendukung, serta para ustadzah yang sabar dan disiplin menjadi alasan mengapa DarQin terasa seperti rumah kedua.
Ustadzah yang Membekas di Hati Santri

Salah satu peserta mengaku sangat terkesan dengan sosok Ustadzah Najibah. Menurutnya, beliau mampu mendidik santri dengan disiplin tanpa menghilangkan sikap lembut dan penuh kesabaran. Dalam proses setoran hafalan, beliau memperhatikan kualitas bacaan dan ketelitian ayat yang dibaca santri.
Peserta lain juga mengungkapkan kekagumannya kepada Ustadzah Shifa yang memiliki pembawaan tenang dan menenangkan sehingga membuat proses belajar terasa lebih nyaman.
Kedisiplinan yang Tetap Hangat dan Menyenangkan

Sebelum datang ke DarQin, sebagian peserta sempat membayangkan kehidupan pesantren yang sangat ketat dan penuh aturan. Namun setelah menjalaninya, mereka justru menemukan keseimbangan antara kedisiplinan dan suasana belajar yang menyenangkan. Aturan tetap diterapkan, mulai dari kerapian berpakaian hingga manajemen waktu, tetapi semuanya bertujuan membentuk kebiasaan baik.
Sudut Favorit Murojaah dan Kenangan Sederhana
Selama mengikuti dauroh, mereka juga menemukan banyak sudut favorit untuk murojaah. Salah satunya adalah area sekitar kolam yang menghadirkan suasana tenang sehingga hafalan terasa lebih mudah masuk. Momen-momen sederhana seperti menikmati snack setelah target hafalan tercapai, menyantap nasi goreng dan ayam katsu yang menjadi menu favorit, hingga bercengkerama bersama teman sekamar menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang.
Tak hanya hafalan, hubungan antarsantri pun terjalin begitu erat. Saat rasa jenuh datang mereka saling menghibur, berbincang, mencari camilan bersama, atau sekadar mencoret-coret kertas untuk menyegarkan pikiran. Kebersamaan itu semakin terasa saat momen tasmi' dan acara perpisahan wisuda. Banyak peserta yang mengaku menahan air mata karena tidak menyangka perjalanan 40 hari yang awalnya terasa singkat berubah menjadi kenangan yang begitu membekas.
Gap Year yang Diisi dengan Al-Qur'an

Menariknya, beberapa peserta mengikuti Program Dauroh karena sedang menjalani masa gap year sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada yang akan melanjutkan kuliah di Yogyakarta, ada pula yang menuju Solo. Mereka merasa waktu jeda tersebut menjadi kesempatan terbaik untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur'an sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Pulang Membawa Hafalan, Rindu, dan Cerita
Perubahan yang mereka rasakan pun cukup unik. Selain hafalan yang semakin bertambah, logat bicara mereka mulai terbawa khas Jawa. Yang paling dirindukan ketika kembali ke daerah asal bukan hanya makanan, tetapi juga suasana pesantren, teman-teman, para ustadzah, dan lingkungan DarQin yang penuh semangat belajar.
Di akhir wawancara, mereka berharap Pesantren Tahfiz Daarul Mutqin terus berkembang, semakin banyak melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an, serta terus meningkatkan fasilitas agar semakin nyaman bagi para santri.
Program Tahfiz Daarul Mutqin untuk Santri dan Peserta Gap Year

Jika Anda sedang mencari tempat untuk mengisi masa gap year dengan kegiatan yang bermanfaat, ingin fokus memperbaiki hafalan Al-Qur'an, atau mencari pesantren yang memadukan pembinaan karakter dengan suasana belajar yang menyenangkan, Pesantren Tahfiz Daarul Mutqin siap menjadi pilihan. DarQin menghadirkan tiga program unggulan, yaitu Program Tahfiz Reguler SMP & SMA, Program Tahfiz Takhossus 1 Tahun bagi peserta gap year, serta Program Dauroh Tahfiz 40 Hari dengan jadwal kedatangan yang fleksibel sesuai kesiapan peserta. Mari jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat terbaik dalam perjalanan hidup bersama keluarga besar DarQin.
Tanya Jawab Singkat

Apa itu Program Dauroh Tahfiz 40 Hari Daarul Mutqin?
Program Dauroh Tahfiz 40 Hari Daarul Mutqin adalah program menghafal Al-Qur'an dengan suasana pesantren yang membentuk hafalan, kedisiplinan, karakter, dan persaudaraan.
Siapa yang cocok mengikuti Program Dauroh Tahfiz 40 Hari?
Program ini cocok bagi peserta yang ingin memperbaiki hafalan Al-Qur'an, mengisi masa gap year dengan kegiatan bermanfaat, atau mencari lingkungan belajar yang disiplin dan menyenangkan.
Apa saja program unggulan DarQin?
DarQin menghadirkan tiga program unggulan, yaitu Program Tahfiz Reguler SMP & SMA, Program Tahfiz Takhossus 1 Tahun bagi peserta gap year, serta Program Dauroh Tahfiz 40 Hari.
Mengapa DarQin terasa seperti rumah kedua bagi santri?
DarQin terasa seperti rumah kedua karena menghadirkan lingkungan pesantren yang hangat, teman-teman yang saling mendukung, serta ustadzah yang sabar, disiplin, dan menenangkan.
Penulis: Ustadzah Eka Melinda, Pengasuh Santri Putri, Pesantren Daarul Mutqin Megamendung Puncak Bogor Jawa Barat
📌 Ingin tahu lebih lanjut? Kunjungi halaman Program Santri Al-Qur'an atau hubungi via WhatsApp di 0812-2650-2573 | 0813-9830-0644. Lokasi: Sirnagalih, Megamendung, Bogor — tempat di mana mimpi menjadi hafidz dimulai dengan tenang, seimbang, dan penuh cinta.
Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.



