
Seri Biografi Shohabat Nabi Muhammad saw.: Umar bin Khattab
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang sahabat terdekat Nabi Muhammad ﷺ yang namanya sangat harum dalam sejarah Islam. Beliau menjadi khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan termasuk dalam jajaran Khulafaur Rasyidin yang kepemimpinannya selalu dijadikan teladan oleh umat Islam sepanjang masa.
Uniknya, sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai sosok yang paling keras menentang dakwah Rasulullah ﷺ. Namun, setelah hidayah Allah menyentuh hatinya, beliau berubah total menjadi pembela Islam yang tangguh, hingga namanya selalu dikenang dalam tinta emas sejarah.
Pada masa kekhalifahannya, Islam berkembang pesat. Wilayah kekuasaan kaum muslimin meluas hingga mencakup Persia dan Romawi Timur. Besarnya pengaruh Umar bahkan membuat seorang penulis Barat, Michael H. Hart, menempatkannya pada urutan ke-51 dalam daftar tokoh paling berpengaruh di dunia sepanjang masa.
DAFTAR ISI
- Biodata Singkat Umar bin Khattab
- Masa Muda Umar bin Khattab
- Kisah Umar Mendapat Hidayah Islam
- Perjuangan Bersama Rasulullah ﷺ
- Umar bin Khattab Menjadi Khalifah
- Kontribusi Besar Umar bin Khattab
- Wafatnya Umar bin Khattab
- Penutup
- ✨ Dari Teladan Umar bin Khattab ke Generasi Qur’ani
- 🌱 Saatnya Hadirkan Generasi Qur’ani Sejak SMP/SMA
- 📖 Program Pesantren Tahfidz 3 Tahun Daarul Mutqin Genta Qurani
- 📌 Untuk Anda yang Merindukan Buah Hati Tumbuh Bersama Al-Qur’an
Biodata Singkat Umar bin Khattab
-
Nama Lengkap: Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza
-
Lahir: Mekkah, 579 M
-
Wafat: Madinah, 3 November 644 M (25 Dzulhijjah 23 H)
-
Ayah: Khattab bin Nufail
-
Ibu: Hantamah binti Hasyim
-
Saudara: Zaid bin Khattab, Fatimah binti Khattab
-
Istri: Ummi Kultsum binti Ali, Atikah binti Zaid
-
Anak-anak: Abdullah, Hafshah (yang kelak menjadi Ummul Mukminin), Asim, Zaid, Ubaidullah, Az-Zubair bin Bakkar, Fatimah, Zainab, Abdurrahman, Iyad, Ruqayyah, Abdulrahman
-
Julukan: Termasuk Khulafaur Rasyidin
Masa Muda Umar bin Khattab
Umar lahir dari keluarga Bani Adi, salah satu kabilah terhormat di Quraisy. Meski bukan berasal dari keluarga bangsawan, Umar tumbuh dengan karakter yang kuat dan cerdas. Pada masanya, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis, namun Umar sudah menguasainya.
Selain itu, fisiknya gagah dan perkasa. Ia dikenal sebagai ahli gulat Mekah yang sulit dikalahkan. Ketegasan wataknya membuat orang segan, bahkan menjulukinya sebagai “Singa Padang Pasir.”
Namun di balik itu, sebelum memeluk Islam, Umar juga sangat keras mempertahankan tradisi jahiliyah, termasuk penyembahan berhala. Bahkan dalam riwayat disebutkan, ia pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup sebagai bentuk fanatisme terhadap adat kuno Arab.
Kisah Umar Mendapat Hidayah Islam
Awalnya, Umar adalah sosok yang begitu membenci Nabi Muhammad ﷺ. Ia pernah bertekad ingin membunuh Rasulullah. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah yang memberi tahu bahwa adiknya sendiri, Fatimah binti Khattab, telah lebih dahulu masuk Islam.
Pulang dengan penuh amarah, Umar mendapati sang adik sedang membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tepatnya dari Surah Thaha. Seketika ia murka dan memukul adiknya hingga berdarah. Akan tetapi, saat melihat saudaranya tetap teguh mempertahankan imannya, hati Umar luluh. Ia pun meminta agar diperlihatkan lembaran ayat yang sedang dibaca.
Ketika membaca firman Allah yang penuh keagungan itu, hati Umar bergetar. Ia menangis, tersentuh, lalu berikrar masuk Islam pada hari itu juga. Dari situlah jalan hidup Umar berubah total: dari musuh Islam menjadi pelindung Islam yang gagah berani.
Perjuangan Bersama Rasulullah ﷺ
Setelah masuk Islam, Umar menjadi salah satu sahabat yang paling berani menampakkan keislamannya. Beliau ikut serta dalam berbagai peperangan penting seperti Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khaybar, hingga penaklukan Syam.
Umar juga dikenal sebagai ahli strategi militer yang cerdas. Keberaniannya di medan perang menjadikan kaum muslimin semakin disegani oleh musuh-musuhnya.
Ketika Rasulullah ﷺ wafat, Umar termasuk sahabat yang sangat terpukul. Ia bahkan sempat menolak percaya bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Barulah setelah Abu Bakar menenangkan dengan kalimatnya yang terkenal:
"Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat. Barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan mati."
Mendengar itu, Umar sadar dan akhirnya ikut dalam pemakaman Rasulullah ﷺ.
Umar bin Khattab Menjadi Khalifah
Sepeninggal Abu Bakar Ash-Shiddiq pada tahun 634 M, Umar diangkat sebagai khalifah kedua. Pengangkatannya merupakan wasiat Abu Bakar dan disetujui oleh para sahabat.
Selama 10 tahun masa kepemimpinan Umar, Islam berkembang dengan sangat pesat. Wilayahnya membentang luas hingga mencakup:
-
Mesopotamia dan Persia (mengakhiri dinasti Sassanid)
-
Mesir, Palestina, Syam, Armenia, dan sebagian besar Afrika Utara (merebut dari kekaisaran Romawi/Byzantium)
Meski menjadi pemimpin besar, Umar tetap memilih hidup sederhana. Beliau tidak pernah meniru gaya hidup mewah para kaisar, justru tetap rendah hati sebagaimana kaum muslimin di masa awal dakwah.
Kontribusi Besar Umar bin Khattab
Selain perluasan wilayah, Umar juga dikenal dengan beberapa terobosan penting, di antaranya:
-
Mencetuskan Kalender Hijriah – Tahun 17 H, Umar memutuskan penanggalan Islam dihitung sejak peristiwa hijrah Nabi ﷺ dari Mekah ke Madinah.
-
Sistem Administrasi Pemerintahan – Beliau menata administrasi negara, membentuk lembaga baitul mal (perbendaharaan negara), serta mengatur gaji bagi tentara dan pegawai.
-
Hukum dan Peradilan – Umar sangat tegas dalam menegakkan hukum, namun tetap adil dan tidak pandang bulu.
Wafatnya Umar bin Khattab
Kisah akhir hidup Umar penuh haru. Beliau wafat dalam keadaan syahid setelah ditikam oleh Abu Lu’lu’ah, seorang budak asal Persia, ketika sedang memimpin shalat Subuh di Masjid Nabawi. Luka itu begitu parah hingga Umar meninggal dunia pada 25 Dzulhijjah 23 H.
Sebelum wafat, Umar sempat menunjuk dewan syura untuk memilih penggantinya. Setelah itu, umat Islam pun sepakat memilih Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah ketiga.
Penutup
Biografi Umar bin Khattab bukan sekadar kisah sejarah, melainkan cermin betapa kerasnya perjuangan seorang sahabat yang berubah dari musuh Islam menjadi tiang penopang peradaban Islam.
Sosok Umar mengajarkan kepada generasi muda, khususnya para pelajar SMP dan SMA, bahwa:
-
Hidayah bisa datang kapan saja, bahkan kepada orang yang sebelumnya keras menolak.
-
Keteguhan iman dan keberanian akan melahirkan kekuatan besar.
-
Kesederhanaan seorang pemimpin adalah kunci keberkahan.
Tidak heran jika hingga kini, Umar bin Khattab tetap dikenang sebagai singa padang pasir yang bukan hanya perkasa di medan perang, tapi juga adil dalam memimpin dan bijak dalam mengambil keputusan.
Sumber: Nurdyansa (8 Juli 2025).
✨ Dari Teladan Umar bin Khattab ke Generasi Qur’ani
Kisah Umar bin Khattab mengajarkan kita bahwa keteguhan iman, kecintaan pada Al-Qur’an, dan keberanian menegakkan kebenaran bisa mengubah perjalanan hidup seseorang. Dari seorang penentang Islam, ia berubah menjadi pemimpin besar yang namanya harum sepanjang zaman.
Sebagai orang tua, tentu kita pun mendambakan anak-anak yang tumbuh dengan kekuatan iman, berjiwa pemimpin, namun tetap berakhlak mulia. Apalagi di tengah derasnya arus zaman, bekal Al-Qur’an menjadi pondasi utama yang tak tergantikan.
🌱 Saatnya Hadirkan Generasi Qur’ani Sejak SMP/SMA
Bayangkan jika putra-putri kita tumbuh bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an. Seperti Umar yang tegas membela kebenaran, anak-anak kita pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.
Di sinilah hadir program khusus bagi para remaja SMP dan SMA—sebuah ikhtiar untuk melahirkan generasi Qur’ani yang bukan hanya hafal, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan mampu berdiri tegak dengan keilmuannya.
📖 Program Pesantren Tahfidz 3 Tahun Daarul Mutqin Genta Qurani
Di pesantren ini, anak-anak tidak perlu lagi khawatir “ketinggalan sekolah” ketika menghafal Al-Qur’an. Justru mereka difasilitasi untuk menyeimbangkan hafalan, akademis, bahkan skill masa depan.
-
Tahun Pertama: Fokus 80% tahfidz Qur’an, 20% diniyyah.
-
Tahun Kedua: Tambahan program bilingual (Arab–Inggris), tetap dengan tahfidz & diniyyah.
-
Tahun Ketiga: Fokus akademis, skill project, dan persiapan masuk kuliah.
Dengan demikian, santri tidak hanya menuntaskan hafalan 30 juz dengan mutqin, tetapi juga meraih ijazah SMP/SMA, menguasai bahasa internasional, serta siap melangkah ke perguruan tinggi.
📌 Untuk Anda yang Merindukan Buah Hati Tumbuh Bersama Al-Qur’an
Jika hati Anda bergetar saat membaca kisah Umar bin Khattab, mungkin ini adalah isyarat. Bekali putra-putri kita dengan Al-Qur’an sejak dini, agar mereka tumbuh menjadi penerus peradaban yang penuh cahaya.
👉 Info selengkapnya: gentaqurani.id/santri-al-quran
📱 WhatsApp: 0813-9830-0644 | 0812-2650-2573
📍 Lokasi: Sirnagalih, Megamendung, Bogor, Jawa Barat
Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.